Entri Populer

Rabu, 19 Januari 2011

AkHLAK WANITA

Dari Asma’ binti Yazid, bahwa Rasulullah SAW keluar menemui
para wanita di dalam masjid. Aku
juga ada ditengah mereka. Beliau
mendengar perkataan mereka.
Lalu beliau bersabda, “Wahai para wanita, kalian adalah
mayoritas kayu bakar neraka.” Aku berseru kepada beliau, dan
aku termasuk wanita yang
berani berkata dihadapan beliau,
“Wahai Rasulullah, mengapa begitu?” Beliau menjawab, “Sebab kalian tidak bersyukur jika diberi,
kalian tidak sabar jika tidak
ditimpa musibah dan kalian
mengeluh jika tidak diberi rizki.
Janganlah kalian mengingkari
orang-orang yang telah memberi nikmat.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mengingkari orang-
orang yang telah memberi
nikmat itu?” Beliau menjawab, “Seorang wanita menjadi istri seorang laki-
laki dan sudah melahirkan dua
atau tiga anaknya, lalu dia
berkata kepada suami, ’ Aku tidak melihat satu kebaikan pun
pada dirimu’ .” (Diriwayatkan Ath-Thabrany, di dalamnya ada
Syahr bin Hausyab, dia dha’ if dan sebagian ada yang
mentsiqatkanya). Berbuat Baik kepada
Wanita Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mempunyai tiga anak
putrid lalu dia bersabar atas
cobaan, kesempitan dan
kelapangan mereka, maka Allah
memasukkannya ke dalam surga,
karena kasih sayangnya kepada mereka.” Seseorang bertanya, “Bagaimana dengan dua anak putri wahai
Rasulullah?” Beliau menjawab, “Begitu pula dengan dua anak putri.” Ada pula yang bertanya,
“Bagaimana dengan satu anak putri (Diriwayatkan Al-Hakim dan
dia menshahihkannnya).
Ibnu Hiban meriwayatkan di
dalam Shahih-Nya, bahwa
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mengasuh dua atau tiga
orang anak putri, dua atau tiga
orang saudara putri, hingga
mereka menikah atau dia mati
meninggalkan mereka, maka aku
dan dia berada disurga seperti dua jari ini”, lalu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan
jari tengah.
Ath-Thabrany dan Asy-
Syaikhany mentakhrij yang
serupa dengan ini, “Tangan yang diatas (yang memberi) lebih baik
daripada tangan yang dibawah
(yang diberi), dan mulailah dari
orang-orang yang seharusnya
engkau cukupi kebutuhannya,
yaitu ibumu, ayahmu, saudaramu laki-laki dan wanita, orang yang
lebih dekat dengan dirimu, lalu
berikutnya lagi.” Abu Daud dan Al-Hakim
meriwayatkan, “Siapa yang memiliki anak putri dan dia tidak
menguburnya hidup-hidup dan
tidak mendahulukan kepentingan
anak laki-laki daripada dirinya,
Maka Allah memasukkannya
kedalam surga.” (Az-Zawajir, 2/54) Wasiat Rasulullah tentang
Wanita Rasulullah SAW bersabda, Carilah
nasihat tentang wanita, karena
wanita itu diciptakan dari tulang
rusuk, dan sesungguhnya yang
paling bengkok dari tulang rusuk
ialah yang paling tinggi. Jika engkau bersikeras
meluruskannya, tentu engkau
akan mematahkannya, dan jika
engkau membiarkannya, maka ia
tetap saja bengkok. Maka carilah
nasihat tentang wanita.” (Diriwayatkan Al- Bukhary dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim disebutkan,
“Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk.
Sekali-kali engkau dapat
meluruskannya dengan cara
apapun. Jika engkau merasa
puas dengannya, maka engkau
akan merasa puas dengannya dan pada dirinya tetap ada yang
bengkok, dan jika engkau
bersikeras meluruskannya, tentu
engkau akan mematahkannya,
dan patahnya ialah taklaknya.” Dalam riwayat Ibnu Majah
disebutkan, “Ingatlah carilah nasihat yang baik bagi manusia,
karena mereka merupakan
tawanan disisi kalian. Kalian tidak
berkuasa sedikit pun terhadap
mereka selain yang demikian itu,
kecuali jika mereka melakukan kekejian secara nyata. Jika
mereka melakukannya, maka
hindarilah mereka ditempat tidur
dan pukullah mereka dengan
pukulan yang tidak menyakitkan.
Jika mereka menaati kalian, maka janganlah kalian mencari-
cari jalan untuk menyempitkan
mereka. Ingatlah, sesungguhnya
kalian mempunyai hak atas istri
kalian dan istri kalian mempunyai
hak atas kalian. Hak kalian atas mereka, janganlah mereka
membawa orang yang tidak
kalian sukai ke tempat tidur
kalian, dan tidak diperkenankan
bagi orang yang kalian benci
berada dirumah kalian. Ingatlah, hak mereka atas kalian, ialah
hendaknya kalian berbuat baik
kepada mereka dalam pakaian
dan makanan mereka.” Dalam riwayat At-Thirmidzy
disebutkan, “Siapa yang mempunyai dua istri lalu dia tidak
berbuat adil di antara mereka
berdua, maka dia datang pada
hari kiamat, sedang lambungnya
dalam keadaan turun.” (Az- Zawajir, Ibnu Hajar, 2/32).
Muhammad Khalil Al-Khathib

Tidak ada komentar:

Posting Komentar