Entri Populer
-
Kemewahan dan gemerlapnya dunia telah mampu memperdaya banyak manusia. Membelokkan mereka dari penghambaan kepada Alllah menuju pengagungan ...
-
Seorang perempuan muda berjilbab mini tengah mengambil bolpoin yang jatuh di lantai. Secara mengejutkan, pakaian yang tak kalah mini d...
-
Keterpurukan dan kondisi umat Islam saat ini, bukan disebabkan karena kehebatan dan kemajuan umat lain. Namun disebabkan oleh kesalahan ...
-
saat menanti hujan reda, apa yang biasa dirasakan orang? Terasa lama? Mungkin. Hujan mengguyur selama tiga puluh menit saja serasa tiga ...
-
Bagaimana kedudukan seorang istri menjadi kufur dihadapan Allah?? Sebuah pertanyaan penting yang harus diketahui jawabannya oleh para istri ...
-
TEKS ASLI BAHASA ARAB َﺖْﻳَﺃَﺮَﻓَﺃ ﻱِﺬَّﻟﺍ ﻰَّﻟَﻮَﺗ ) 33 ( ﻰَﻄْﻋَﺃَﻭ ﺎًﻠﻴِﻠَﻗ ﻯَﺪْﻛَﺃَﻭ ) 34 ( ُﻩَﺪْﻨِﻋَﺃ ُﻢْﻠِﻋ ِﺐْﻴَﻐْﻟﺍ َﻮُﻬَﻓ ﻯَﺮَﻳ ) 35...
-
Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam membacakan firman Allah berikut ini; "Mereka menjadikan para pendeta, dan rahib-...
-
Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya y...
-
Sungguh keadaan kaum muslimin di zaman kita sekarang ini telah sampai pada tahap yang cukup mengkhawatirkan. Sebagian kaum muslimin terjerum...
-
Adalah Abdullah bin Umar ra, seorang sahabat nabi SAW yang kala itu masih remaja. Didalam sebuah mimpinya, dia berjumpa dengan dua malaikat....
Selasa, 25 Januari 2011
KATAKAN YANG BENAR SEKALIPUN PAHIT
Kemewahan dan gemerlapnya
dunia telah mampu memperdaya
banyak manusia. Membelokkan
mereka dari penghambaan
kepada Alllah menuju
pengagungan kepada harta dunia. Pola kehidupan
materialistis telah menyeret
banyak orang untuk bangga,
cinta dan menghamba kepada
harta, tahta dan wanita. Mereka
yang licik menggunakan akalnya untuk mbrobosi aturan agar
mendapatkan keuntungan. Mereka yang kuat/berkuasa
menggunakan ototnya untuk
mengeruk kekayaan tanpa kenal
halal haram. Mereka sikut kanan
kiri, mereka singkirkan orang-
orang yang baik, mereka tendang orang-orang yang
berpotensi yang mereka anggap
akan mengancam posisinya.
Mereka rangkul kroni-kroni dan
orang-orang yang bermental ABS
(Asal Bapak Senang) untuk meneguhkan kedudukannya. Mereka kedepankan kebengisan
untuk menunjukkan bahwa dialah
yang berkuasa. Mereka sebarkan
intimidasi agar orang tidak
mengusik kemaksiatan yang
sedang mereka nikmati. Mereka tampilkan kebijakan tangan besi
terhadap orang yang lemah dan
tidak berdaya untuk melakukan
perlawanan. Prita Mulyasari yang di meja
hijaukan karena curhat melalui
email di Jakarta, mbah Minah
yang mengambil 3 biji kakao di
Banyumas, Basar dan Kholik yang
mengambil satu biji semangka di Kediri menjadi bukti pendekatan
tangan besi yang dilakukan oleh
orang kuat terhadap yang
lemah. Sedang mereka yang
membawa lari milyaran bahkan
trilyunan uang rakyat, menghirup udara segar di
berbagai belahan dunia. Sedang
yang masuk penjarapun mampu
membeli perlakuan khusus, kamar
khusus, dan fasilitas khusus
selama tidak ada kunjungan pejabat tinggi. Para pengusaha dan pejabat
menjadi hamba harta dunia
Hukum dan keadilan bisa mereka
perjual belikan. Mafia peradilan
dan makelar kasus merajalela.
Maka pantas kalau Rasulullah saw pernah memberitakan
bahwa di antara tiga hakim, ada
dua yang masuk neraka dan
hanya satu yang masuk sorga.
Dalam situasi seperti ini
kebanyakan manusia menjadi takut mendapatkan resiko yang
berat untuk menyuarakan
kebenaran. Padahal Islam
mengajarkan kepada kita semua
bahwa kehidupan dunia ini hanya
sementara. Sedang yang kekal adalah kehidupan akherat. Maka
mestinya kita tidak takut
mendapatkan resiko dalam
kehidupan yang hanya
sementara ini, tetapi lebih takut
mendapatkan resiko dalam kehidupan yang kekal di akherat. Imam Baihaqi meriwayatkan
bahwa Rasulullah saw pernah
berpesan kepada Abu Dzar Al
Ghifari agar mencintai orang
miskin dan lemah dan supaya
mengatakan yang benar meskipun pahit. ْنَع ىِبَا ٍّرَذ ضر َلاَق : ىِناَصْوَا ىِلْيِلَخ ص ٍلاَصِخِب َنِم ِرْيَخلْا . ىِناَصْوَا ْنَا َال َرُظْنَا ىَلِا ْنَم َوُه ىِقْوَف ، َو ْنَا َرُظْنَا ْنَم َوُه ىِنْوُد . َو ىِناَصْوَا ِّبُحِب ِنْيِكاَسَملْا َو ِّوُنُّدلا ْمُهْنِم ، َو ىِناَصْوَا ْنَا َلِصَا ىِمِحَر َو ْنِا ْتَرَبْدَا ، َو ىِناَصْوَا ْنَا َال َفاَخَا ىِف ِهللا َةَمْوَل ٍمِءَال ، َو ىِناَصْوَا ْنَا َلْوُقَا َّقَحلْا َو ْنِا َناَك اًّرُم ، َو ىِناَصْوَا ْنَا َرِثْكُا ْنِم َال َلْوَح َو َال َةَّوُق َّالِا ِهللاِب . اَهَّنِاَف ٌزْنَك ْنِم ِزْوُنُك ِةَّنَجلْا . ىناربطلا و نبا نابح ىف هحيحص و ظفللا هل ، ىف بيغرتلا و بيهرتلا Dari Abu Dzarr RA, ia berkata,
“Kekasihku Rasulullah SAW mewashiyatkan kepadaku
dengan beberapa kebaikan.
Beliau mewashiyatkan kepadaku
agar tidak melihat kepada orang
yang diatasku dan supaya aku
melihat kepada orang yang di bawahku. Beliau mewashiyatkan kepadaku
supaya mencintai orang-
orang miskin dan orang-
orang yang lemah. Beliau mewashiyatkan kepadaku agar
aku menyambung hubungan
sanak saudaraku meskipun
mereka berpaling. Beliau
mewashiyatkan kepadaku supaya
karena Allah aku tidak takut celaan orang yang mencela. Beliau mewashiyatkan
kepadaku supaya aku
mengatakan yang benar
meskipun pahit (akibatnya). Dan beliau mewashiyatkan
kepadaku supaya memperbanyak
ucapan “Laa haula walaa quwwata illa billaah” (Tiada daya dan kekuatan kecuali atas
pertolongan Allah), karena
ucapan itu merupakan simpanan
dari simpanan-simpanan surga”. [HR. Thabrani dan Ibnu Hibban di
dalam shahihnya dan lafadh ini
baginya, dalam Targhib wat
Tarhib 3: 337] Sebagai pemeluk agama Islam,
kita telah dimuliakan Allah
dengan iman. Allah telah membeli
diri dan harta kita dengan sorga
[QS. At-Taubah : 111]. َّنِإ َهَّللا ىَرَتْشا َنِم َنيِنِمْؤُمْلا ْمُهَسُفْنَأ ْمُهَلاَوْمَأَو َّنَأِب ُمُهَل َةَّنَجْلا َنوُلِتاَقُي يِف ِليِبَس ِهَّللا َنوُلُتْقَيَف َنوُلَتْقُيَو اًدْعَو ِهْيَلَع اًّقَح يِف ِةاَرْوَّتلا ِليِجْنإلاَو ِنآْرُقْلاَو ْنَمَو ىَفْوَأ ِهِدْهَعِب َنِم ِهَّللا اوُرِشْبَتْساَف ُمُكِعْيَبِب يِذَّلا ْمُتْعَياَب ِهِب َكِلَذَو َوُه ُزْوَفْلا ُميِظَعْلا “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang
mukmin diri dan harta mereka
dengan memberikan surga untuk
mereka. mereka berperang pada
jalan Allah; lalu mereka
membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar
dari Allah di dalam Taurat, Injil
dan Al Quran. dan siapakah yang
lebih menepati janjinya (selain)
daripada Allah? Maka
bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan
Itulah kemenangan yang besar.” Maka tidak layak bagi kita untuk
membeo, mengamini kedzoliman
para penguasa terhadap orang-
orang yang lemah. Kita harus
berani tampil di barisan depan
dalam menyuarakan kebenaran. Bangsa ini sedang diseret oleh
para penguasa dan pengusaha
kaya yang jahat menuju
kehancuran untuk kepentingan
pribadi mereka masing-masing.
Siapa lagi kalau bukan kita yang harus tampil di depan
membelokkan arah kehidupan
bangsa ini menuju jalan
keselamatan dengan
memperjuangkan dan
menegakkan kebenaran. Semangat para facebookers
dalam membela Bibit S Riyanto
dan Chandra M Chamsyah dan
para pengumpul koin untuk
mendukung Prita Mulyasari patut
kita hargai. Cara-cara damai untuk memperjuangkan
kebenaran yang mereka lakukan
patut kita acungi jempol. Mari
kita jaga lentera kebenaran
yang sudah terang menyala ini
demi kejayaan bangsa. Di depan badai mungkin
menghadang. Namun dengan
kebersamaan dan persatuan
yang lemah akan menjadi kuat,
yang kecil akan menjadi besar,
yang berat akan menjadi ringan, dan yang sulit akan menjadi
mudah. Dalam kebersamaan yang
pahitpun akan terasa menjadi
manis. Semoga Allah menguatkan
hati kita semua untuk senantiasa
berkata yang benar meskipun akibatnya terasa pahit.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar