Seorang cendekiawan muslim
yang terkenal “Imam Asy-Syauki” mengatakan, mengatakan :
“Sesungguhnya bangsa itu tergantung akhlaqnya, bila rusak
akhlaqnya maka rusaklah bangsa
itu”
َو اَمَّنِا ُمَمُالْا ُقَالْخَالْا اَم ْتَيِقَب ْنِاَف ْوُمُه ْتَبَهَذ ْمُهُقَالْخَا اْوُبَهَذ
Apabila akhlaqnya rusak, maka
rusaklah bangsa itu”. Perlu kita cermati ucapan tersebut, serta
kita perhatikan tanda-tanda
rusaknya akhlaq berdasarkan
petunjuk-petunjuk Rasulullah
SAW dan Allah SWT, antara lain : Pertama, Banyaknya
kejahatan dan perbuatan
jahat, serta merosotnya
nilai keislaman pada bangsa
itu. Rasulullah SAW bersabda,
َّنِا َشْحَفلْا َو َشُّحَفَّتلا اَسْيَل َنِم ِمَالْسِالْا ىِف ٍءْيَش َو َّنِا َنَسْحَا ِساَّنلا اًمَالْسِا ْمُهُنَسْحَا اًقُلُخ . ىذمرتل
ا “Sesungguhnya kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama
sekali bukan ajaran Islam, dan
bahwasanya orang yang paling
baik Islamnya ialah yang paling
baik akhlaqnya.” [HR. Tirmidzi] Kedua, suka berdebat. Ujung-ujungnya hawa nafsu yang
akan menguasai dirinya,
sedangkan hawa nafsu itu akan
mengarah kepada kejahatan. اَمَو ُئِّرَبُأ يِسْفَن َّنِإ َسْفَّنلا ٌةَراَّمأل ِءوُّسلاِب الِإ اَم َمِحَر يِّبَر َّنِإ يِّبَر ٌروُفَغ ٌميِحَر ” dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena
Sesungguhnya nafsu itu selalu
menyuruh kepada kejahatan,
kecuali nafsu yang diberi rahmat
oleh Tuhanku. Sesungguhnya
Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” [QS. Yusuf : 53]. Rasulullah SAW bersabda, اوُرَذ َءاَرِملْا َّنِاَف َلَّوَا اَم ىِناَهَن ُهْنَع ىّبَر َدْعَب ِةَداَبِع ِناَثْوَالْا ُءاَرِملْا . ىناربطلا “Jauhilah perdebatan, sebab larangan yang pertama kali
disampaikan kepadaku oleh
Tuhanku setelah menyembah
berhala adalah perdebatan.” [HR. Thabrani] Ketiga, penyakit dengki dan
suka permusuhan serta
hilangnya rasa kasih
sayang. Sabda Rosululloh SAW, ِنَع ِنْبا ِرْيَبُّزلا ضر َّنَا َلْوُسَر ِهللا َلاَق : َّبَد ْمُكْيَلِا ُءاَد ِمَمُالْا ْمُكَلْبَق . ُءاَضْغَبْلَا َو ُدَسَحلْا ، َو ُءاَضْغَبلْا َيِه ُةَقِلاَحلْا ، َسْيَل ُةَقِلاَح ِرْعَّشلا ، َو ْنِكل ُةَقِلاَح ِنْيّدلا ، َو ْىِذَّلا ىِسْفَن ِهِدَيِب َال َنْوُلُخْدَت َةَّنَجلْا ىَّتَح اْوُنِمْؤُت ، َو َال اْوُنِمْؤُت ىَّتَح اْوُّباَحَت . َالَا ْمُكُئّبَنُا اَمِب ُتِبْثُي ْمُكَل ؟َكِلذ اوُشْفَا َمَالَّسلا ْمُكَنْيَب . رازبلا دانساب ديج Dari Ibnu Zubair RA, bahwasanya
Rasulullah SAW bersabda, “Akan menjangkiti kepada kalian
penyakit ummat-ummat sebelum
kalian. Yaitu kebencian dan
kedengkian. Kebencian itu adalah
pencukur. Bukan pencukur
rambut, tetapi pencukur agama. Demi Tuhan yang jiwaku ada di
tangan-Nya, kamu sekalian tidak
akan masuk surga sehingga
kalian beriman. Dan kalian tidak
beriman sehingga saling
mencintai. Maukah kuberitahukan kepada kalian sesuatu yang bisa
memantapkan kalian pada yang
demikian itu ? Yaitu tebarkanlah
salam diantara kalian”. [HR. Al- Bazzar dengan sanad jayyid] Kalau kita perhatikan petunjuk-
petunjuk di atas, tanda-tanda
rusaknya akhlaq bangsa ini
sudah nampak jelas, dari
kalangan bawah sampai kalangan
atas, bahkan para wakil rakyat yang mulia pun sudah
menunjukkan rusaknya akhlaq
pada mereka. Disaksikan jutaan mata, baik
rakyat Indonesia sendiri, maupun
mata dunia, tawuran dalam
persidangan dan sesekali
terdengar suara seperti urakan
(orang-orang yang tidak berpendidikan), sudah tidak ada
rasa malu lagi, walaupun sangat
memuakkan dan memprihatinkan
bagi rakyat bangsa ini yang
melihatnya. Tawuran antar mahasiswa/
rakyat dengan aparat penegak
hukum (polisi, kejaksaan, dan
satpol PP) terjadi dimana-mana.
Korupsi yang dilakukan oleh
Bupati, Gubernur, Lembaga Tinggi Negara dan mafia peradilan
merupakan kejahatan yang kita
saksikan lewat layar kaca, sudah
menjadi hal yang biasa. Yang kita saksikan semua itu
menunjukkan telah rusaknya
akhlaq bangsa ini, dan kalau kita
tidak menyadari, kehancuran
bangsa ini tinggal tunggu
saatnya saja. Mari kita perhatikan petunjuk
Allah dalam QS. Al-Israa’ : 16, اَذِإَو اَنْدَرَأ ْنَأ َكِلْهُن ًةَيْرَق اَنْرَمَأ اَهيِفَرْتُم اوُقَسَفَف اَهيِف َّقَحَف اَهْيَلَع ُلْوَقْلا اَهاَنْرَّمَدَف اًريِمْدَت yang artinya “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu
negeri, maka Kami perintahkan
kepada orang-orang yang hidup
mewah/para pejabat tinggi
negara di negeri itu (supaya
mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam
negeri itu, maka sudah
sepantasnya berlaku
terhadapnya perkataan
(ketentuan Kami), kemudian Kami
hancurkan negeri itu sehancur- hancurnya“. Oleh karena itu marilah kita
bangun akhlaq bangsa ini sesuai
dengan petunjuk Allah dan Rasul-
Nya agar bangsa ini selamat dari
kehancuran yang tidak kita
inginkan bersama. Semoga Allah menyelamatkan bangsa ini
dengan petunjuk-Nya, aamiin.
Entri Populer
-
Kemewahan dan gemerlapnya dunia telah mampu memperdaya banyak manusia. Membelokkan mereka dari penghambaan kepada Alllah menuju pengagungan ...
-
Seorang perempuan muda berjilbab mini tengah mengambil bolpoin yang jatuh di lantai. Secara mengejutkan, pakaian yang tak kalah mini d...
-
Keterpurukan dan kondisi umat Islam saat ini, bukan disebabkan karena kehebatan dan kemajuan umat lain. Namun disebabkan oleh kesalahan ...
-
saat menanti hujan reda, apa yang biasa dirasakan orang? Terasa lama? Mungkin. Hujan mengguyur selama tiga puluh menit saja serasa tiga ...
-
Bagaimana kedudukan seorang istri menjadi kufur dihadapan Allah?? Sebuah pertanyaan penting yang harus diketahui jawabannya oleh para istri ...
-
TEKS ASLI BAHASA ARAB َﺖْﻳَﺃَﺮَﻓَﺃ ﻱِﺬَّﻟﺍ ﻰَّﻟَﻮَﺗ ) 33 ( ﻰَﻄْﻋَﺃَﻭ ﺎًﻠﻴِﻠَﻗ ﻯَﺪْﻛَﺃَﻭ ) 34 ( ُﻩَﺪْﻨِﻋَﺃ ُﻢْﻠِﻋ ِﺐْﻴَﻐْﻟﺍ َﻮُﻬَﻓ ﻯَﺮَﻳ ) 35...
-
Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam membacakan firman Allah berikut ini; "Mereka menjadikan para pendeta, dan rahib-...
-
Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya y...
-
Sungguh keadaan kaum muslimin di zaman kita sekarang ini telah sampai pada tahap yang cukup mengkhawatirkan. Sebagian kaum muslimin terjerum...
-
Adalah Abdullah bin Umar ra, seorang sahabat nabi SAW yang kala itu masih remaja. Didalam sebuah mimpinya, dia berjumpa dengan dua malaikat....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar