Entri Populer

Selasa, 25 Januari 2011

A K H L A K

Globalisasi telah membawa
dampak buruk berupa masuknya
berbagai jenis narkoba ke negari
kita. Sangsi yang lebih ringan
dari negeri tetangga,
menyebabkan sindikat narkoba internasional menjadikan negeri
ini sorga bagi pemasaran
produknya. Menurut Badan
Narkotika Nasional (BNN) saat ini
tercatat ada 3,6 juta pecandu
narkoba. Yang tidak tercatat tentu lebih banyak lagi. Tidak
kurang 41 orang meninggal
setiap hari karena penyalah-
gunaan narkoba. Trilyunan rupiah
per tahun harus dikeluarkan oleh
Pemerintah untuk menangani narkoba. Derasnya arus informasi dan
komunikasi ternyata juga
membawa dampak negatif yang
lain, seperti penyalah-gunaan
seksual. Semakin lancarnya arus
transportasi manusia antar negara, juga menyebabkan
semakin pesatnya penyebaran
HIV/AIDS. Lagi-lagi Pemerintah
harus menyisihkan trilyunan
rupiah untuk mengatasi dampak
HIV/AIDS. Penyalah-gunaan narkoba dan
penyalah-gunaan seksual hanya
bisa diatasi secara efektif
dengan pembangunan akhlak
seluruh komponen bangsa.
Sayang pembangunan akhlak bangsa ini tidak menjadi prioritas
utama, sehingga berbagai
prestasi pembangunan fisik yang
dicapai digerogoti oleh orang-
orang yang rusak akhlaknya. KKN
tumbuh subur dimana-mana. Meskipun kaya, negara ini bisa
bangkrut karenanya. Anggaran
pemerintah yang bocor, harta
milik negara yang dikuras
koruptor, kekayaan alam yang
dibawa lari pencuri dari luar negeri, dan bahan tambang yang
dikeruk perusahaan asing lebih
dari cukup untuk memakmurkan
bangsa. Saudaraku, jangan tunda lagi
untuk membangun akhlak sendiri.
Gunakan kesempatan Ramadhan
tahun ini untuk memperbaiki diri.
Perbaikilah akhlak kita kepada
Allah, tingkatkan ketakwaan, taati perintah-Nya dan jauhi
larangan-Nya. Selalu segarkan
dalam ingatan bahwa kita ini
hanyalah pelayan, budak, dan
hamba Allah. Seorang budak
tidak patut kiranya bermaksiat kepada Tuhannya. Allah yang
memegang kunci keberuntungan
dan kebuntungan kita dalam
kehidupan kekal, kelak di
akherat. Demi keberuntungan
pegang erat dan perkuatlah hablum minalloohi. Perbaiki akhlak kita kepada
sesama. Kepada yang lebih tua
kita menghormat, kepada yang
lebih muda kita menyayanginya.
Tanamkan di dalam diri, bahwa
yang paling mulia di antara manusia adalah yang bertakwa.
“Inna akramakum ‘ indalloohi atqookum“. … .Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu
adalah orang yang bertakwa… ( QS Al Hujurat 49 : 13). Yang menjadi pejabat jangan
sombong dan merasa besar
kepada rakyat jelata. Orang
sombong tidak akan masuk
surga. Namun bagi rakyat juga
jangan merasa minder dan merasa rendah diri kepada para
pejabat. Karena minder dan
merasa rendah diri termasuk
syirik. Dekatkan diri dengan
orang-orang beriman,
tumbuhkan kasih sayang sesama mereka. Jaga jarak dengan
orang-orang yang memilih jalan
kekafiran dari pada keimanan.
Pegang erat dan perkuatlah
hablum minannaasi. Hanya dengan memegang erat
hablum minalloohi (tali agama
Allah) dan hablum minannaasi (tali
perjanjian dengan manusia),
maka orang beriman akan
terhindar dari kehinaan Mereka diliputi kehinaan di mana
saja mereka berada, kecuali jika
mereka berpegang kepada tali
(agama) Allah dan tali
(perjanjian) dengan manusia, dan
mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka
diliputi kerendahan. Yang
demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan
membunuh para nabi tanpa
alasan yang benar. Yang
demikian itu disebabkan mereka
durhaka dan melampaui batas.
(QS Ali Imran 3: 112). Sambil memperkuat diri, mari kita
tingkatkan dakwah kepada
orang-orang di sekitar kita. Tak
peduli kaya atau miskin, pejabat
atau rakyat, tua atau muda,
kita ajak mereka untuk bertaubat, kembali ke jalan Allah,
jalan kebaikan dan kebenaran. Kita sambut limpahan ampunan
Allah, karena Allah berjanji akan
mengampuni dosa-dosa
semuanya Katakanlah: “Hai hamba-hamba- Ku yang malampaui batas
terhadap diri mereka sendiri,
janganlah kamu berputus asa
dari rahmat Allah. Sesungguhnya
Allah mengampuni dosa-dosa
semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (QS Az Zumar 39: 53). Kita sadarkan mereka agar lebih
peduli terhadap perbaikan akhlak
bangsa. Masa depan negeri ini
tergantung kualitas akhlak para
penghuninya, tergantung akhlak
bangsanya. Mari kita arahkan pembangunan
negeri ini dengan
mengedepankan pembangunan
jiwa, pembangunan akhlak.
Sebagaimana tercermin dalam
lagu Indonesia Raya: “Bangunlah jiwanya, bangunlah bandannya,
untuk Indonesia Raya“. Membangun jiwa hendaknya lebih
diutamakan dari pada badan.
Semoga Allah memudahkan
langkah kita untuk memperbaiki
diri dan memperbaiki akhlak
bangsa ini, Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar