Imam Abu Dawud meriwayatkan
bahwa Rasulullah saw bersabda
jika Allah menghendaki kebaikan
atas satu Pemerintah, maka
Pemerintah itu akan diberi
pembantu yang baik, jika lupa diingatkan dan jika ingat dibantu.
Seorang Pemimpin yang
bertanggung jawab akan
senantiasa sibuk memikirkan
kemajuan dan kesejahteraan
umatnya. Tugas dan kesibukannya yang banyak
menjadikannya kadang lupa
melaksanakan sesuatu. اَذِا َداَرَا ُهللا ِرْيِمَالْاِب اًرْيَخ َلَعَج ُهَل َرْيِزَو ٍقْدِص ، ْنِا َيِسَن ُهَرَّكَذ َو ْنِا َرَكَذ ُهَناَعَا . َو اَذِا َداَرَا ِهِب َرْيَغ َكِلذ َلَعَج ُهَل َرْيِزَو ٍءْوُس ، ْنِا َيِسَن ْمَل ُهْرّكَذُي َو ْنِا َرَكَذ ْمَل ُهْنِعُي . وبا دواد Jika Allah menghendaki kebaikan
seorang penguasa, maka
diberinya pembantu (menteri)
yang baik (jujur), jika lupa
diingatkan dan jika ingat dibantu.
Dan jika Allah menghendaki sebaliknya dari itu, maka Allah
memberi padanya pembantu
(menteri) yang jelek (tidak jujur)
, jika lupa tidak diingatkan, jika
ingat tidak dibantu. [HR. Abu
Dawud] Andai dibiarkan lupa, maka dia
akan termasuk lalai dalam
melaksanakan tugas. Apa jadinya
kalau tugas yang dilupakannya
itu menyangkut keamanan dan
kesejahteraan orang banyak. Tentu dia akan mengalami
kesulitan dalam bertanggung-
jawab di hadapan Allah. Seorang
Pemimpin betapapun hebatnya,
tidak akan mampu melaksanakan
semua tugasnya sendiri. Sebagian tugas akan
didelegasikan kepada para
pembantunya. Tentu saja
Pemimpin akan berprestasi jika
dia dibantu oleh para pembantu
yang baik. Dalam hadist di atas dijelaskan bahwa pembantu yang
baik adalah yang siap
mengingatkan bila Pemimpinnya
lupa. Sayang sekali sekarang ini
banyak pembantu yang bersikap
ABS (Asal Bapak Senang). Orang- orang seperti ini tidak memiliki
keberanian untuk menegur atau
mengingatkan pemimipin mereka. Terhadap hal-hal yang sekiranya
tidak disukai oleh Pemimpin,
mereka akan mengambil sikap
diam. Sebaliknya terhadap hal-hal
yang menyenangkan pemimpin,
mereka akan mengingatkan dengan muka manis. Meskipun
Pemimpin telah berbuat maksiat
para pembantu tidak berani
mengingatkan. Mereka lebih suka
mengambil sikap diam. Mencari
amannya sendiri. Aman dari kemarahan Pemimpin yang
mungkin berakibat terhadap
pencopotan posisinya. Disamping selalu siap
mengingatkan Pemimpin, seorang
pembantu yang baik selalu siap
membantu pelaksanaan tugas
Pemimpinnya. Dia akan curahkan
seluruh potensinya untuk mendapatkan hasil yang terbaik
dalam melaksanakan tugas
tersebut. Setiap tugas yang
diserahkan kepadanya akan
disikapi sebagai satu kesempatan
yang diberikan Allah kepadanya untuk beramal shaleh. Dia laksanakan tugas itu karena
Allah, bukan karena Pemimpin.
Meskipun secara lahiriyah
Pemimpin yang memberi tugas,
tetapi secara batiniyah dia
merasa bertanggung-jawab kepada Allah atas keberhasilan
pelaksanaan tugas tersebut.
Para pembantu yang seperti
inilah yang bisa diandalkan oleh
seorang Pemimpin untuk
melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Sebaliknya dalam hadist yang
sama dikisahkan bahwa bila Allah
menghendaki kejelakan seorang
Pemimpin, maka dia diberi
pembantu yang jelek. Tanda-
tandanya adalah bila Pemimpinnya lupa, maka dia tidak
mengingatkan. Di akan mengambil
sikap pura-pura lupa. Meskipun
dia ingat, dia akan berlindung diri
dengan mengambil sikap seperti
itu. Dia khawatir, kalau mengingatkan malah diperintah
untuk melaksanakan tugas itu.
Kemalasan sebagai satu bentuk
ketidak-ikhlasan ini pulalah yang
menyebabkan seorang pembantu
yang jelek tidak membantu pelaksanaan tugas Pemimpinnya,
meskipun dia tahu, mampu, dan
benar-benar iingat akan tugas
tersebut. Kalau kita melakukan
perenungan terhadap perjalanan
Pemerintahan selama ini, maka
kita akan mendapatkan bahwa
mayoritas pembantu Pemerintah
adalah orang-orang jelek. Artinya kalau kecenderungan
model kehidupan Pemerintahan di
negeri ini dilanjutkan, maka
bukan kebaikan yang didapat,
namun kejelekan. Banyak aparat penegak hukum
sejak dari kejaksaan, kepolisian,
sampai kehakiman bermasalah.
Banyak anggota parlemen
bermasalah. Banyak pemimpin
eksekutif bermasalah. Negeri ini memerlukan Pemimpin yang baik
yang dibantu oleh para
pembantu yang baik pula. Tentu
saja para pembantu yang
memiliki kapasitas intelektual
yang memadai dan integritas moral yang handal. Bukan para
pembantu yang maju tak gentar membela yang
bayar.
Entri Populer
-
Kemewahan dan gemerlapnya dunia telah mampu memperdaya banyak manusia. Membelokkan mereka dari penghambaan kepada Alllah menuju pengagungan ...
-
Seorang perempuan muda berjilbab mini tengah mengambil bolpoin yang jatuh di lantai. Secara mengejutkan, pakaian yang tak kalah mini d...
-
Keterpurukan dan kondisi umat Islam saat ini, bukan disebabkan karena kehebatan dan kemajuan umat lain. Namun disebabkan oleh kesalahan ...
-
saat menanti hujan reda, apa yang biasa dirasakan orang? Terasa lama? Mungkin. Hujan mengguyur selama tiga puluh menit saja serasa tiga ...
-
Bagaimana kedudukan seorang istri menjadi kufur dihadapan Allah?? Sebuah pertanyaan penting yang harus diketahui jawabannya oleh para istri ...
-
TEKS ASLI BAHASA ARAB َﺖْﻳَﺃَﺮَﻓَﺃ ﻱِﺬَّﻟﺍ ﻰَّﻟَﻮَﺗ ) 33 ( ﻰَﻄْﻋَﺃَﻭ ﺎًﻠﻴِﻠَﻗ ﻯَﺪْﻛَﺃَﻭ ) 34 ( ُﻩَﺪْﻨِﻋَﺃ ُﻢْﻠِﻋ ِﺐْﻴَﻐْﻟﺍ َﻮُﻬَﻓ ﻯَﺮَﻳ ) 35...
-
Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam membacakan firman Allah berikut ini; "Mereka menjadikan para pendeta, dan rahib-...
-
Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya y...
-
Sungguh keadaan kaum muslimin di zaman kita sekarang ini telah sampai pada tahap yang cukup mengkhawatirkan. Sebagian kaum muslimin terjerum...
-
Adalah Abdullah bin Umar ra, seorang sahabat nabi SAW yang kala itu masih remaja. Didalam sebuah mimpinya, dia berjumpa dengan dua malaikat....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar