Adalah Abdullah bin Umar ra, seorang sahabat nabi SAW yang
kala itu masih remaja. Didalam
sebuah mimpinya, dia berjumpa
dengan dua malaikat. Tanpa
berkata apa apa, dua malaikat
itu memegang kedua tangannya dan membawanya ke neraka.
Dalam mimpinya, neraka itu bagai
sumur yang menyalakan api
berkobar kobar. Luar biasa
panasnya. Di dalam neraka itu,
dia melihat orang orang yang telah dikenalnya. Mereka
terpanggang dan menanggung siksa yang tiada tara pedihnya . Menyaksikan neraka yang
mengerikan dan menakutkan itu,
Abdullah bin Umar seketika
berdoa, “A’ udzubillahi minannaazi. Aku berlindung kepada Allah dari
api neraka.” Setelah itu, Abdullah bertemu dengan malaikat lain.
Malaikat itu berkata, “Kau belum terjaga dari api neraka!” Pagi harinya, Abdullah bin Umar
menangis mengingat mimpi yang
dialaminya. Lalu, dia pergi ke
rumah Hafshah binti Umar, istri
Rasulullah saw. Dia menceritakan
perihal mimpinya itu dengan hati yang cemas. Setelah itu, Hafsah
menemui Nabi SAW dan
menceritakan mimpi saudara
kandungnya itu pada beliau.
Seketika itu, beliau bersabda,
“Sebaik baik lelaki adalah Abdullah bin Umar kalau dia mau
melakukan shalat malam!” Mendengar sabda Nabi SAW itu,
Hafshah bergembira. Dia langsung
menemui adiknya, Abdullah bin
Umar dan berkata,
“Nabi mengatakan bahwa kau adalah sebaik baik lelaki jika kau
mau shalat malam. Dalam mimpimu
itu, malaikat yang terakhir kau
temui mengatakan bahwa kau
belum terjaga dari api neraka.
Itu karena kau tidak melakukan shalat tahajud. Jika kau ingin
terselamatkan dari api neraka,
dirikanlah salat tahajud setiap
malam. Jangan kau sia siakan
waktu sepertiga malam; waktu di
mana Allah Swt memanggil manggil hamba Nya; waktu ketika
Allah mendengar doa hamba
Nya.” Sejak itu, Abdullah bin Umar tidak
pernah meninggalkan shalat
tahajud sampai akhir hayatnya.
Bahkan, kerap kali dia
menghabiskan waktu malamnya
untuk shalat dan menangis di hadapan Allah Swt. Setiap kali
mengingat mimpinya itu, dia
menangis. Dia berdoa kepada
Allah agar diselamatkan dari api
neraka. Berikut ini adalah kabar kedahsyatan di Neraka. Naudzubillah jika seseorang tidak percaya akan adanya syurga dan neraka. Atau Seseorang yang merasa yakin kuat di Neraka karena hanya sebentar saja, padahal 1 hari sama dengan ribuan tahun sehingga dia bermalas-malas menuju taqwa. Atau Seseorang yang yakin bahwa Allah Maha Penyayang kog, tidak mungkin hamba-Nya sendiri kog disiksa dst dan berbagai pemikiran lainnya ْنَع ِدْبَع ِهللا َلاَق : َلاَق ُلْوُسَر ِهللا ص : ىَتْؤُي َمَّنَهَجِب ٍذِئَمْوَي اَهَل َنْوُعْبَس َفْلَا ٍماَمِز َعَم ّلُك ٍماَمِز َنْوُعْبَس َفْلَا ٍكَلَم اَهَنْوُّرُجَي . ملسم 4 :
2184 Dari ‘ Abdullah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari itu Jahannam didatangkan,
ia mempunyai tujuh puluh ribu
kendali dan setiap satu kendali
dipegang oleh tujuh puluh ribu
malaikat yang menariknya”. [HR. Muslim juz 4 hal. 2184] ْنَع ىِبَا َةَرْيَرُه َّنَا َّيِبَّنلا ص َلاَق : ْمُكُراَن ِهِذه ىِتَّلا ُدِقْوُي ُنْبا َمَدآ ٌءْزُج ْنِم َنْيِعْبَس اًءْزُج ْنِم ّرَح َمَّنَهَج . اْوُلاَق : َو ِهللا ، ْنِا ْتَناَك ًةَيِفاَكَل اَي َلْوُسَر ِهللا . َلاَق : اَهَّنِاَف ْتَلّضُف اَهْيَلَع ٍةَعْسِتِب َو َنْيّتِس اًءْزُج ، اَهُّلُك ُلْثِم اَهّرَح . ملسم 4 :
2184 Dari Abu Hurairah, bahwasanya
Nabi SAW bersabda, “Apimu ini, yang dinyalakan oleh anak Adam
(manusia) adalah sepertujuh
puluh dari panasnya Jahannam”. Para shahabat berkata, “Demi Allah, meskipun begitu api ini
sudah cukup (untuk memasak dll)
, ya Rasulullah”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya panas api Jahannam itu melebihi panasnya
api ini dengan enam puluh
sembilan bagian, masing-masing
panasnya sama dengan api ini”. [HR. Muslim juz 4 hal. 2184] ْنَع ىِبَا َةَرْيَرُه َلاَق : اَّنُك َعَم ِلْوُسَر ِهللا ص ْذِا َعِمَس ًةَبْجَو َلاَقَف ُّيِبَّنلا ص : َنْوُرْدَت اَم ؟اَذه َلاَق : اَنْلُق : ُهللا َو ُهُلْوُسَر ُمَلْعَا . َلاَق : اَذه ٌرَجَح َيِمُر ِهِب ىِف ِراَّنلا ُذْنُم َنْيِعْبَس اًفْيِرَخ ، َوُهَف ىِوْهَي ىِف ِراَّنلا ، َنآلْا ىَّتَح ىَهَتْنا ىَلِا اَهِرْعَق . ملسم 4 : 2184 Dari Abu Hurairah, ia berkata :
Kami dahulu sedang bersama
Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau
mendengar suara benda jatuh,
maka beliau bertanya, “Tahukah kamu, suara apa ini ?”. (Abu Hurairah berkata) Kami berkata,
“Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Beliau bersabda, “Itu adalah batu yang dilemparkan ke
neraka sejak tujuh puluh musim,
ia meluncur turun di neraka,
sekarang baru sampai di
dasarnya”. [HR. Muslim juz 4 hal. 2184] ِنَع ِنَسَحلْا َلاَق : َلاَق ُةَبْتُع ُنْب َناَوْزَغ : ىَلَع اَنِرَبْنِم اَذه ِرَبْنِم ِةَرْصَبلْا ِنَع ّيِبَّنلا ص َلاَق : َّنِا َةَرْخَّصلا َةَمْيِظَعلْا ىَقْلُتَل ْنِم ِرْيِفَش َمَّنَهَج ىِوْهَتَف اَهْيِف َنْيِعْبَس اًماَع . َو اَم ىِضْفُت ىَلِا اَهِراَرَق . َلاَق : َو َناَك ُرَمُع ُلْوُقَي : اْوُرِثْكَا َرْكِذ ِراَّنلا ، َّنِاَف اَهَّرَح ٌدْيِدَش . َو َّنِا اَهَرْعَق ٌدْيِعَب . َو َّنِا اَهَعِماَقَم ٌدْيِدَح . ىذمرتلا 4 : 104 Dari Hasan, ia berkata : ‘ Utbah bin Ghazwan berkata di atas
mimbar kita ini, yaitu mimbar
Bashrah dari Nabi SAW, beliau
bersabda, “Sesungguhnya batu yang besar dilemparkan dari bibir
Jahannam, lalu jatuh di dalamnya
tujuh puluh tahun belum sampai
dasarnya”. ‘ Utbah berkata : ‘ Umar berkata, “Perbanyaklah ingat kepada neraka, karena
sesungguhnya panasnya amat
sangat, sesungguhnya dasarnya
sangat dalam dan sesungguhnya
alat pemukulnya terbuat dari
besi”. [HR. Tirmidzi juz 4 hal. 104] ْنَع ىِبَا ٍدْيِعَس ِنَع ّيِبَّنلا ص يِف ِهِلْوَق ) ِلْهُمْلاَك ( َلاَق : ِرَكَعَك ِتْيَّزلا ، اَذِاَف ُهَبَّرَق ىَلِا ِهِهْجَو ْتَطَقَس ُةَوْرَف ِهِهْجَو ِهْيِف . ىذمرتلا 4 : 105 Dari Abu Sa’ id, dari Nabi SAW dalam menafsiri firman Allah
[Kalmuhli], beliau bersabda,
“Seperti keruhnya minyak, lalu apabila orang kafir mendekatkan
air tersebut ke wajahnya,
jatuhlah kulit mukanya di
dalamnya”. [HR. Tirmidzi juz 4 hal. 105] ْنَع ىِبَا َةَرْيَرُه ِنَع ّيِبَّنلا ص َلاَق : َّنِا َمْيِمَحلْا ُّبَصُيَل ىَلَع ْمِهِسْوُءُر ُذُفْنَيَف ُمْيِمَحلْا ىَّتَح َصُلْخَي ىَلِا ِهِفْوَج ، َتِلْسَيَف اَم ىِف ِهِفْوَج ىَّتَح َقُرْمَي ْنِم ِهْيَمَدَق َو َوُه ُرْهَّصلا ، َّمُث ُداَعُي اَمَك َناَك . ىذمرتلا 4 : 106 Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW,
beliau bersabda, “Sesungguhnya air mendidih disiramkan diatas
kepala mereka, lalu air yang
mendidih itu menembus hingga di
perutnya, kemudian memotong-
motong apa yang ada di dalam
perutnya, hingga keluar dari kedua telapak kakinya dalam
keadaan cair, kemudian
dikembalikan seperti semula”. [HR. Tirmidzi juz 4 hal. 106] ْنَع ىِبَا َةَماَمُا ِنَع ّيِبَّنلا ص ىِف ِهِلْوَق ) ىقْسُيَو ْنِم ٍءآَم ٍدْيِدَص هُعَّرَجَتَّي ( َلاَق : ُبَّرَقُي ىَلِا ِهْيِف ُهُهَرْكَيَف ، اَذِاَف َيِنْدُا ُهْنِم ىَوَش ُهَهْجَو َو ْتَعَقَو ُةَوْرَف ِهِسْأَر . اَذِاَف ُهَبِرَش َعَّطَق ُهَءاَعْمَا ىَّتَح َجُرْخَت ْنِم ِهِرُبُد . ُلْوُقَي ُهللا َكَراَبَت َو ىَلاَعَت ) اْوُقُسَو ًءآَم اًمْيِمَح َعَّطَقَف ْمُهَءآَعْمَا ( َو ُلْوُقَي ) َو ْنِا اْوُثْيِغَتْسَّي اْوُثاَغُي ٍءآَمِب ِلْهُملْاَك ىِوْشَي َهْوُجُولْا ، َسْئِب ُباَرَّشلا ، َو ْتَءآَس اًقَفَتْرُم ( . ىذمرتلا 4 : 106 Dari Abu Umamah, dari Nabi SAW
dalam menafsiri firman Allah [Dia
diberi minum dengan air
bercampur nanah dan darah. Dia
akan meminumnya (QS. Ibrahim :
16-17)] Beliau bersabda, “Air yang bercampur nanah itu
didekatkan pada mulutnya, lalu ia
membencinya. Apabila nanah itu
didekatkan kepadanya, maka
nanah itu membakar mukanya
(karena panasnya) dan jatuhlah kulit kepalanya, apabila ia
meminumnya, maka memotong-
motong ususnya hingga keluar
dari duburnya”. Allah berfirman, “Mereka diberi minuman dari air yang mendidih hingga memotong-
motong ususnya (QS. Muhamad :
15)). Dia berfirman, “Dan apabila mereka minta tolong, niscaya
akan ditolong dengan air yang
menyerupai minyak yang keruh
yang memanggang muka, itulah
seburuk-buruk minuman, dan
neraka itu seburuk-buruk tempat kediaman (QS. Al-Kahfi :
29)”. [HR. Tirmidzi juz 4 hal. 106] ْنَع ىِبَا ٍدْيِعَس ّيِرْدُخلْا ِنَع ّيِبَّنلا ص َلاَق : ) ِلْهُمْلاَك ( َلاَق : ِرَكَعَك ِتْيَّزلا ، اَذِاَف َبّرُق ِهْيَلِا ْتَطَقَس ُةَوْرَف ِهِهْجَو ِهْيِف . َو اَذهِب ِداَنْسِالْا ِنَع ّيِبَّنلا ص َلاَق : ُقِداَرُسَل ِراَّنلا ُةَعَبْرَا ٍرُدُج ُفَثِك ّلُك ٍراَدِج ُةَرْيِسَم َنْيِعَبْرَا ًةَنَس . َو اَذهِب ِداَنْسِالْا ِنَع ّيِبَّنلا ص َلاَق : ْوَل َّنَا اًوْلَد ْنِم ٍقاَّسَغ ُقاَرْهُي ىِف اَيْنُّدلا َنَتْنَألَ ُلْهَا اَيْنُّدلا . ىذمرتلا 4 : 107 Dari Abu Sa’ id Al-Khudriy, dari Nabi SAW, beliau bersabda dalam
menafsiri firman Allah [Kalmuhli],
“Seperti minyak yang keruh, apabila didekatkan kepada
mukanya, niscaya jatuhlah kulit
mukanya di dalamnya”. Dan dengan sanad ini pula, dari Nabi
SAW, beliau bersabda, “Sungguh yang mengelilingi neraka itu
empat tembok tebal, setiap
tembok itu perjalanan empat
puluh tahun”. Dan dengan sanad ini pula, dari Nabi SAW, beliau
bersabda, “Seandainya satu timba berisi nanah dari penghuni
neraka dituangkan di dunia
niscaya penduduk dunia menjadi
busuk baunya”. [HR. Tirmidzi juz 4 hal. 107] ِنَع ِنْبا ٍساَّبَع َّنَا َلْوُسَر ِهللا ص َأَرَق ِهِذه َةَيآلْا ) اوُقَّتِا َهللا َّقَح هِتاَقُت َو َال َّنُتْوُمَت َّالِا َو ْمُتْنَا َنْوُمِلْسُّم ( َلاَق ُلْوُسَر ِهللا ص : ْوَل َّنَا ًةَرْطَق َنِم ِمْوُّقَّزلا ْتَرِطُق ىِف ِراَد اَيْنُّدلا ْتَدَسْفَالَ ىَلَع ِلْهَا اَيْنُّدلا ْمُهَشِياَعَم ، َفْيَكَف ْنَمِب ُنْوُكَي ؟ُهُماَعَط ىذمرتلا 4 : 107 Dari Ibnu ‘ Abbas bahwasanya Rasulullah SAW membaca ayat ini
(Bertaqwalah kepada Allah
dengan taqwa yang sebenar-
benarnya dan janganlah kamu
mati kecuali dalam keadaan Islam)
. Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh seandainya satu tetes dari pohon zaqqum dijatuhkan di
dunia, niscaya merusak
penghidupan penghuni dunia, lalu
bagaimana dengan orang yang
pohon zaqqum menjadi
makanannya ?”. [HR. Tirmidzi juz 4 hal. 107] ْنَع ىِبَا ِءاَدْرَّدلا َلاَق : َلاَق ُلْوُسَر ِهللا ص : ىَقْلُي ىَلَع ِلْهَا ِراَّنلا ُعْوُجلْا ُلِدْعَيَف اَم ْمُه ِهْيِف َنِم ِباَذَعلْا َنْوُثْيِغَتْسَيَف َنْوُثاَغُيَف ٍماَعَطِب ْنِم ٍعْيِرَض ، َال ُنِمْسُي َو َال ىِنْغُي ْنِم ٍعْوُج ، َنْوُثْيِغَتْسَيَف ِماَعَّطلاِب َنْوُثاَغُيَف ٍماَعَطِب ىِذ ٍةَّصُغ ، َنْوُرُكْذَيَف ْمُهَّنَا اْوُناَك َنْوُزْيِجُي َصَصُغلْا ىِف اَيْنُّدلا ِباَرَّشلاِب َنْوُثْيِغَتْسَيَف ِباَرَّشلاِب ُعَفْدُيَف ُمِهْيَلِا ُمْيِمَحلْا ِبْيِلَالَكِب ِدْيِدَحلْا . اَذِاَف ْتَنَد ْنِم ْمِهِهْوُجُو ْتَوَش ْمُهَهْوُجُو اَذِاَف ْتَلَخَد ْمُهَنْوُطُب ْتَعَّطَق اَم ىِف ْمِهِنْوُطُب . َنْوُلْوُقَيَف : اْوُعْدُا َةَنَزَخ َمَّنَهَج . َنْوُلْوُقَيَف : ) ْمَلَا ُكَت ْمُكْيِتْأَت ْمُكُلُسُر ِتنّيَبلْاِب اْوُلاَق ىلَب ، اْوُلاَق اْوُعْداَف َو اَم ُءآَعُد َنْيِرِفكلْا َّالِا ْيِف ٍللَض ( َلاَق : َنْوُلْوُقَيَف : اْوُعْدُا اًكِلاَم . َنْوُلْوُقَيَف ) اَي ُكِلاَم ِضْقَيِل اَنْيَلَع َكُّبَر ( َلاَق : ْمُهُبْيِجُيَف ) ْمُكَّنِا َنْوُثِكاَم ( َلاَق : ُشَمْعَالْا : ُتْئّبُن َّنَا َنْيَب ْمِهِئاَعُد َو َنْيَب ِةَباَجِا ٍكِلاَم ْمُهاَّيِا َفْلَا ٍماَع . َلاَق : َنْوُلْوُقَيَف : اْوُعْدُا ْمُكَّبَر . َالَف َدَحَا ٌرْيَخ ْنِم ْمُكّبَر . َنْوُلْوُقَيَف : ) اَنَّبَر ْتَبَلَغ اَنْيَلَع اَنُتَوْقِش َو اَّنُك اًمْوَق َنْيّلاَض ، اَنَّبَر اَنْجِرْخَا اَهْنِم ْنِاَف اَنْدُع اَّنِاَف َنْوُمِلظ ( َلاَق : ْمُهُبْيِجُيَف ) اْوُئَسْخِا اَهْيِف َو َال ِنْوُمّلَكُت ( َلاَق : َدْنِعَف َكِلذ اْوُسِئَي ْنِم ّلُك ٍرْيَخ َو َدْنِع َكِلذ َنْوُذُخْأَي ىِف ِرْيِفَّزلا َو ِةَرْسَحلْا َو ِلْيَولْا . ىذمرتلا 4 : 108 Dari Abud Darda’ , ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Lapar dicampakkan kepada penghuni
neraka, maka siksa lapar
membandingi siksa lain yang telah
menimpa mereka, lalu mereka
minta tolong, maka ditolong
dengan makanan berupa pohon yang berduri, yang tidak
menggemukkan dan tidak
menghilangkan lapar, lalu minta
tolong untuk diberi makanan lagi,
maka ditolong dengan makanan
yang tersendat di kerongkongan, lalu mereka
menyebutkan bahwasanya
mereka dahulu di dunia apabila
makanan tersendat di
kerongkonan lalu mengikutinya
dengan minum, lalu mereka minta tolong untuk diberi minuman,
maka air yang mendidih
diserahkan kepada mereka
dengan penyapit besi. Apalagi bila
air panas itu dekat dengan muka
mereka, niscaya membakar wajah mereka, apabila air itu
masuk di perut mereka, niscaya
air itu memotong-motong apa
yang ada di perut mereka, lalu
mereka berkata, “Mintalah kepada para penjaga neraka
Jahannam”. Kemudian penjaga Jahannam berkata, “Apakah para Rasul tidak datang
kepadamu dengan membawa
keterangan ?”. Mereka menjawab, “Sudah”. Para penjaga Jahannam berkata,
“Mintalah, dan tiada permintaan orang-orang kafir kecuali dalam
kesesatan (QS. Al-Mu’ min : 50)”. Nabi SAW bersabda : Mereka
berkata, “Mintalah kepada malaikat Malik !”. Mereka berkata, “Hai Malik, mintakanlah kepada Tuhanmu agar Dia
mematikan kami !”. Beliau SAW bersabda : Malaikat menjawab,
“Sesungguhnya kamu tetap hidup terus (QS. Az-Zukhruf : 77)
”. Al-A’ masy berkata : Aku diberitahu bahwa jarak waktu
antara permintaan mereka dan
antara jawaban Malik kepada
mereka adalah seribu tahun.
Beliau SAW bersabda : Mereka
berkata, “Mintalah Tuhanmu, karena tidak ada seorangpun
yang lebih baik daripada
Tuhanmu !”. Lalu mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, nasib buruk telah mendahului
kami dan sungguh kami kaum
yang tersesat. Wahai Tuhan
kami, keluarkanlah kami dari
neraka, lalu jika kami kembali
(dalam kesesatan), sungguh kami orang-orang yang dhalim”. Beliau bersabda : Allah menjawab
mereka, “Pergilah padanya dan jangan bicara kepada-Ku (QS. Al-
Mu’ minuun : 106-108)”. Beliau bersabda : Pada saat itu mereka
putus asa dari segala usaha
yang dapat menyelamatkan
mereka dan pada saat itu pula
mereka memulai dalam suara
yang keras, penyesalan dan kecelakaan”. [HR. Tirmidzi juz 4 hal. 108] ْنَع ىِبَا ٍدْيِعَس ّيِرْدُخلْا ِنَع ّيِبَّنلا ص َلاَق : ) َو ْمُه اَهْيِف َنْوُحِلاَك ( َلاَق : ِهْيِوْشَت ُراَّنلا ُصَّلَقَتَف ُهُتَفَش اَيْلُعلْا ىَّتَح َغُلْبَت َطَسَو ِهِسْأَر َو ىِخْرَتْسَت ُهُتَفَش ىَلْفُّسلا ىَّتَح َبِرْضَت ُهَتَّرُس .
ىذمرتلا Dari Abu Sa’ id Al-Khudriy, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Para penghuni neraka di neraka
bermuka muram”. Beliau bersabda, “Mukanya dibakar api neraka, lalu bibirnya yang atas
tersingsing hingga sampai di
tengah kepalanya dan bibirnya
yang bawah turun hingga
menghantam pusarnya”. [HR. Tirmidzi juz 4 hal. 109] ْنَع ىِبَا َةَرْيَرُه ِنَع ّيِبَّنلا ص َلاَق : َدِقْوُا ىَلَع ِراَّنلا َفْلَا ٍةَنَس ىَّتَح ْتَّرَمْحا َّمُث َدِقْوُا اَهْيَلَع َفْلَا ٍةَنَس ىَّتَح ْتَّضَيْبا َّمُث َدِقْوُا اَهْيَلَع َفْلَا ٍةَنَس ىَّتَح ْتَّدَوْسا َيِهَف ُءاَدْوَس ٌةَمِلْظُم . ىذمرتلا 4 :
110 Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW,
beliau bersabda, “Dinyalakan atas neraka Jahannam seribu
tahun hingga menjadi merah,
kemudian dinyalakan atasnya
seribu tahun sehingga menjadi
putih, kemudian dinyalakan
atasnya seribu tahun sehingga menjadi hitam, lalu neraka
Jahannam itu hitam pekat”. [HR. Tirmidzi juz 4 hal. 110] ْنَع ىِبَا َةَرْيَرُه َلاَق : َلاَق ُلْوُسَر ِهللا ص : ِتَكَتْشا ُراَّنلا ىَلِا اَهّبَر َو ْتَلاَق : َلَكَا ىِضْعَب اًضْعَب ، َلَعَجَف اَهَل ِنْيَسَفَن : اًسَفَن ىِف ِءاَتّشلا َو اًسَفَن ىِف ِفْيَّصلا . اَّمَاَف اَهُسَفَن ىِف ِءاَتّشلا ٌرْيِرَهْمَزَف . َو اَّمَا اَهُسَفَن ىِف ِفْيَّصلا ٌمْوُمَسَف . ىذمرتلا 4 : 111 Dari Abu Hurairah, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda,
“Neraka mengadu kepada Tuhannya dan berkata,
“Sebagian aku memakan bagian yang lain”. Lalu Allah menjadikan baginya dua nafas, satu nafas di
musim dingin, dan nafas yang lain
di musim panas. Adapun nafasnya
di musim dingin adalah sangat
dingin, adapun nafasnya di musim
panas adalah angin yang panas”. [HR. Tirmidzi juz 4 hal. 111]
Entri Populer
-
Kemewahan dan gemerlapnya dunia telah mampu memperdaya banyak manusia. Membelokkan mereka dari penghambaan kepada Alllah menuju pengagungan ...
-
Seorang perempuan muda berjilbab mini tengah mengambil bolpoin yang jatuh di lantai. Secara mengejutkan, pakaian yang tak kalah mini d...
-
Keterpurukan dan kondisi umat Islam saat ini, bukan disebabkan karena kehebatan dan kemajuan umat lain. Namun disebabkan oleh kesalahan ...
-
saat menanti hujan reda, apa yang biasa dirasakan orang? Terasa lama? Mungkin. Hujan mengguyur selama tiga puluh menit saja serasa tiga ...
-
Bagaimana kedudukan seorang istri menjadi kufur dihadapan Allah?? Sebuah pertanyaan penting yang harus diketahui jawabannya oleh para istri ...
-
TEKS ASLI BAHASA ARAB َﺖْﻳَﺃَﺮَﻓَﺃ ﻱِﺬَّﻟﺍ ﻰَّﻟَﻮَﺗ ) 33 ( ﻰَﻄْﻋَﺃَﻭ ﺎًﻠﻴِﻠَﻗ ﻯَﺪْﻛَﺃَﻭ ) 34 ( ُﻩَﺪْﻨِﻋَﺃ ُﻢْﻠِﻋ ِﺐْﻴَﻐْﻟﺍ َﻮُﻬَﻓ ﻯَﺮَﻳ ) 35...
-
Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam membacakan firman Allah berikut ini; "Mereka menjadikan para pendeta, dan rahib-...
-
Segala puji hanya bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya y...
-
Sungguh keadaan kaum muslimin di zaman kita sekarang ini telah sampai pada tahap yang cukup mengkhawatirkan. Sebagian kaum muslimin terjerum...
-
Adalah Abdullah bin Umar ra, seorang sahabat nabi SAW yang kala itu masih remaja. Didalam sebuah mimpinya, dia berjumpa dengan dua malaikat....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar