Entri Populer

Selasa, 25 Januari 2011

MEMEGANG TEGUH ALQURAN DAN AS-SUNAH

Keterpurukan dan kondisi umat
Islam saat ini, bukan disebabkan
karena kehebatan dan kemajuan
umat lain. Namun disebabkan oleh
kesalahan kita sendiri dalam
memilih cara hidup yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam.
Sebagian pemuka agama ada
yang berperilaku seperti perilaku
pemuka agama Yahudi dan
Nasrani. Mereka menyembunyikan yang
haq, karena alasan yang bersifat
pribadi. Bahkan sebagian yang
lain menyembunyikannya karena
alasan rejeki. Padahal Ar Razaq
itu hanya Allah swt. Bagaimana dapat memperoleh rejeki yang
barakah kalau jalannya dengan
menyembunyikan yang haq?
Sebagian yang lain suka
mencampur adukkan yang haq
dan yang batil. Sehingga umat tidak bisa melihat dengan jelas
mana yang halal dan mana yang
haram. Kebenaran yang
seharusnya disampaikan dengan
jelas menjadi kabur, kelihatan
samar-samar. Sedangkan sebagian besar
rakyat jelata malas mempelajari
kebenaran langsung dari
sumbernya Al Qur’ an dan As Sunnah. Sehingga apa yang
mereka dapatkan kebatilan yang
dipoles sehingga seolah-olah
nampak benar. Yang mereka
jadikan rujukan hanya mitos,
tradisi, dan pendapat para kyai, bukan Al Qur’ an dan As Sunnah. Padahal siapa yang dapat
menjamin kebenaran dari
ketiganya? Tidak ada sama
sekali. Apalagi sebagian yang lain lebih
suka hiburan, foya-foya, dan
memuaskan hawa nafsu dari
pada menuntut ilmu. Panggung-
panggung hiburan yang
menampilkan para penyanyi ndhang ndhut selalu dipenuhi
oleh anak-anak muda, laki-laki
maupun perempuan yang
bercampur baur. Sedang
pengajian yang mengajarkan Al
Qur’ an dan As Sunnah mereka abaikan begitu saja. Mereka
tidak suka dibimbing untuk
menjadi bangsa yang maju
terpimpin. Mereka lebih suka
hidup bebas untuk memuaskan
hawa nafsu. Maka tidak heran kalau yang
kita lihat bukan kemajuan tapi
kemerosotan, bukan prestasi
tapi dekadensi, bukan kehidupan
yang aman, tenteram, damai,
dan sejahtera, tetapi kehidupan yang resah, gelisah, penuh
kebencian dan kedengkian. Bagaimana kita dapat
memperbaiki-nya? Sudahkah kita
terlambat untuk berbuat? Tidak
ada kata terlambat untuk
bertaubat. Selama hayat masih
dikandung badan, sebelum nyawa sampai di tenggorokan, Allah
tetap akan menghargai
pertaubatan kita. Sebagai orang
awam sebaiknya segera kita
berusaha untuk mempelajari Al
Qur’ an dan As Sunnah, sehingga tidak mudah tertipu dan
tersesat dalam beramal.
Rasulullah saw berwasiat dalam
sebuah hadist riwayat Ibnu Abdil
Barr : “Aku telah meninggalkan kepadamu dua perkara yang
kamu tidak akan sesat selama
kamu berpegang teguh kepada
keduanya, yaitu Kitab Allah dan
Sunnah Nabi-Nya.” Apa yang kita fahami dari Al Qur’ an dan As Sunnah segera kita amalkan
dalam kehidupan sehari-hari.
Amalan inilah yang memungkinkan
terjadinya proses perubahan
karakter kita yang jelek manjadi
baik, malas menjadi rajin, kikir menjadi dermawan, isyrak
menjadi ikhlas. Dalam hadist yang diriwayatkan
oleh Imam Hakim dari Hudzaifah
Rasulullah saw berpesan: Duru
ma’ a kitabillahi haitsu ma dara (Hendaklah kamu sekalian
beredar bersama kitab Allah
kemana saja dia beredar).
Rasulullah saw mengajak kita
semua untuk senantiasa
mengikuti Al Qur’ an. Menjadikan Al Qur’ an sebagai imam kita dan pemberi arah gerak kita. Dan
menjadikannya sebagai rujukan
atas kebenaran, karena Al
Qur’ an tidak pernah tersentuh oleh kebatilan, baik dari depan
maupun dari belakangnya (TQS
41: 42). اَذَهَو ٌباَتِك ُهاَنْلَزْنَأ ٌكَراَبُم ُهوُعِبَّتاَف اوُقَّتاَو ْمُكَّلَعَل َنوُمَحْرُت Dan Al Qur’ an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang
diberkati, maka ikutilah dia dan
bertakwalah agar kamu diberi
rahmat (TQS 6: 155) Ayat yang dikutip di atas
mengingatkan kepada kita semua
untuk mengikutinya, mengikuti
aturan, tata kehidupan dan nilai-
nilai moral yang diajarkan Allah di
dalamnya dan mengingatkan kita untuk bertakwa agar kita
mendapatkan kasih sayang-Nya. Begitu pentingnya bertakwa
sehingga beliau saw juga
berpesan: “Ittaqillaha haitsu ma kunta” (bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada.)
Umat ini terpuruk dan hina
karena jauh dari cinta dan kasih
sayang-Nya. Untuk itu hanya
dengan kembali bertaat kepada-
Nya dan mengikuti sunnah nabi- Nya kita akan mendapatkan
cinta dan kasih sayangnya (QS 3:
31). Bahkan dengan jalan
berbuat taat kepada Allah dan
Rasul-Nya inilah kita akan
mendapatkan kemenangan yang besar (QS 4: 13). Akan tetapi
sebaliknya kalau kita durhaka
kepada Allah dan Rasul-Nya yang
akan kita peroleh tiada lain
kecuali neraka dan siksa yang
menghinakan (QS 4: 14). Sebagai tokoh masyarakat,
pemuka agama, atau orang yang
dituakan di lingkungannya,
hendaklah kita berusaha untuk
senantiasa meningkatkan
kualitas moral dan intelektual kita masing-masing. Dengan
senantiasa mengoreksi pikiran,
ucapan, dan amalan kita dengan
ayat-ayat Al Qur’ an dan As Sunnah. Apa yang sesuai kita
syukuri dengan terus
meningkatkan diri dan apa yang
tidak sesuai segera kita
tinggalkan. Dunia ini bergerak dengan cepat,
anak muda maju dengan pesat
didukung oleh berbagai fasilitas
baru seperti CD, komputer,
televisi, dan internet. Sebagai
orang tua kalau kita tidak bergerak maju, merasa cukup
ilmu yang dimiliki, maka kita akan
tertinggal dari yang muda. Bukan
masanya lagi kita
memperdebatkan khilafiyyah.
Dengan semangat kembali kepada Al Qur’ an dan As Sunnah, mari kita saling menghormati.
Lana a’ maluna walakum a’ malukum. Mari kita saling bekerja-sama, kalau memang
tidak bisa mari kita sama-sama
bekerja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar