Entri Populer

Senin, 31 Januari 2011

Manusia Berkarakter Tinggi Dalam Islam

Segala puji hanya bagi Allah,
shalawat dan salam semoga
senantiasa tercurah kepada
Rasulullah Muhammad SAW,
keluarga, sahabat dan seluruh
pengikutnya yang selalu mengikuti jalan petunjuknya. Karakter mulia pada pribadi
seseorang atau sering disebut
dengan manusia yang
berkepribadian, atau dalam
bahasa sederhana yang lebih
luas sering dikatakan sebagai manusia yang ber- adab. Atau dalam bahasa pergaulan
dikatakan manusia beretika dan
manusia yang bersopan santun. Dalam zaman modern, ketika
manusia otaknya semakin dibikin
sibuk dngan berbagai macam
kesibukan ilmu dan teknologi,
maka manusia modern kehilangan
waktu untuk membangun kepribadiannya. Apalagi zaman
serba cepat yang dibantu
dengan bantuan komputer yang
super cepat, manusia sering
tidak mampu untuk
menggunakan alat itu untuk membangun pribadi yang lebih
mulia dan beradap, namun sering
hanyut mengikuti bujukan
hawanafsunya untuk selalu dan
selalu bersikap salah, salah dan
salah dan akhirnya menjadi robot-robot bernyawa. Ibarat
tanah-tanah hidup yang
bergentayangan kesana kemari
dengan aktifitas yang tidak
berkwalitas dan merusak diri
serta merusak lingkungannya. . 1. Manusia yang ber-Etika
benar kepada Allah. Membangun karakter dapat
dimulai dengan menyadarkan
manusia, bahwa dirinya adalah
makhluq ciptaan Allah SWT dan
memiliki kewajiban beribadah
kepada Allah SWT. Para orangtua-lah yang harus
menyadarkan bayi-bayi yang
dilahirkannya untuk memahami
kenapa anaknya lahir di dunia
dan untuk apa dia dilahirkan.
Beberapa firman Allah yang perlu direnungi antara lain, yang
artinya
. Dan sesungguhnya Kami
telah menciptakan manusia
dari suatu saripati
(berasal) dari tanah. (QS.
23:12)
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang
disimpan) dalam tempat
yang kokoh (rahim). (QS.
23:13)
Kemudian air mani itu Kami
jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu
Kami jadikan segumpal
daging, dan segumpal
daging itu Kami jadikan
tulang belulang, lalu tulang
belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian
Kami jadikan dia makhluk
yang (berbentuk) lain. Maka
Maha Sucilah Allah, Pencipta
Yang Paling Baik. (QS. 23:14) .
Manusia yang memiliki etika dan
sopan santun kepada Allah Tuhan
yang telah menciptakannya
tentu akan berusaha bersyukur
dan berterimakasih kepada Allah, nikmat-nikmat Allah yang
dicurahkan kepada mereka
menjadi daya dorong untuk rajin
beribadah kepada Allah, rajin
mendidik diri untuk mengetahui
petunjuknya dan rajin mendidik diri untuk menjalankan perintah-
Nya dan menjaui larangan-Nya. Zaman modern, zaman penuh
teknologi canggih, banyak muncul
manusia-manusia atheis, sebuah
bukti bahwa banyak manusia
modern yang tidak beretika dan
tidak punya sopan santun kepada yang telah
menciptakannya. Bagi Allah hal
tersebut tidak merugikan sama
sekali namun akan menjadi
kerugian yang besar bagi diri
manusia sendiri. . Dan kepunyaan Allah-lah
apa yang di langit dan yang
di bumi, dan sungguh Kami
telah memerintahkan
kepada orang-orang yang
diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu;
bertaqwalah kepada Allah.
Tetapi jika kamu kafir maka
(ketahuilah), sesungguhnya
apa yang di langit dan apa
yang dibumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah
Maha Kaya lagi Maha
Terpuji. (QS. 4:131) Jika kamu kafir maka
sesungguhnya Allah tidak
memerlukan (iman)mu dan
Dia tidak meridhai kekafiran
bagi hamba-Nya; dan jika
kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu
kesyukuranmu itu; dan
seorang yang berdosa tidak
akan memikul dosa orang
lain.Kemudian kepada
Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu
apa yang telah kamu
kerjakan.Sesungguhnya Dia
Maha Mengetahui apa yang
tersimpan dalam (dada)mu.
(QS. 39:7) .
Dan (ingatlah juga), takala
Tuhanmu
mema’ lumkan:”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu,
dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka sesungguhnya
azab-Ku sangat pedih”. (QS. 14:7) Dan Musa berkata:”Jika kamu dan orang-orang yang ada di
muka bumi semuanya
mengingkari (nikmat Allah), maka
sesungguhnya Allah Maha Kaya
lagi Maha Terpuji”. (QS. 14:8) Mendidik anak-anak kita untuk
tekun beribadah dan mengetahui
aturan-aturan yang ada dalam
Al-Qur’ an dan As-Sunnah adalah wujud syukurnya para Orang tua
kepada Allah. Bila para orang tua
sudah bisa mendidik anak-
anaknya untuk belajar aturan-
aturan Allah dan Rasulnya, dan
anaknya telah nampak bersemanat untuk beribadah
kedaNya, itu semua adlah wujud
nyata bahwa anaknya memiliki
sopansanukepada Allah Tuhan
yang telah menciptakan mereka.
Ketinggian, iman dan amal sholihnya serta ketaqwaannya
kepada Allah adalah ukuran
kemuliaan karakter seorang
manusia.
. 2. Beretika dengan sesama
manusia Sikap mulia yang harus segera
nampak pada seorang anak
manusia adalah sikap sopan
santun kepada orang tuanya.
Sikap Mulia kepada orang tuanya
adalah jalan pertama membangun sikap mulia kepada orang lain.
. Kami perintahkan kepada
manusia supaya berbuat
baik kepada dua orang ibu
bapaknya, ibunya
mengandungnya dengan
susah payah, dan melahirkannya dengan
susah payah (pula)
.Mengandungnya sampai
menyapihnya adalah tiga
puluh bulan, sehingga
apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat
puluh tahun ia berdo’ a:”Ya Tuhanku, tunjukilah aku
untuk mensyukuri nikmat
Engkau yang telah Engkau
berikan kepadaku da
kepada ibu bapakku dan
supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang
Engkau ridhai; berilah
kebaikan kepadaku dengan
(memberi kebaikan) kepada
anak cucuku.Sesungguhnya
aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya
aku termasuk orang-orang
yang berserah diri”. (QS. 46:15) Dan Kami perintahkan
kepada manusia (berbuat
baik) kepada dua orang
ibubapanya; ibunya telah
mengandungnya dalam
keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan
menyapihnya dalam dua
tahun.Bersyukurlah kepada-
Ku dan kepada dua orang
ibu bapakmu, hanya
kepada-Kulah kembalimu. (QS. 31:14) .
Sering dikatakan orangtua-lah
yang “ mengukir” jiwa dan raga seorang anak. Bila orang
tua sudah memiliki kepribadian
yang mulia dan tinggi, maka
tangung jawab yang pertama
adalah diarahkan kepada anak-
anaknya. Orang tua yang sholih dan sholihah dan perpendidikan
biasanya akan pula memiliki
anak-anak yang memiliki pribadi
yang sama. Karena orang tua
akan mengajari degan teliti dan
telaten setiap langkah yang dilakukan oleh anak-anak dalam
kehidupan sehari-hari. Berbahagialah para orang tua
yang tidak membiarkan anak-
anaknya bergaul dengan
sumber-sumber kejahatan, baik
dalam pergaulan dengan manusia
atau pula sarana-sarana kehidupan semacam SIARAN TELEVISI dan MULTIMEDIA
HIBURAN yang berisi dengan campur aduk antara kebaikan
dan kejahatan. Jiwa yang masih
rapuh dapat dipastikan lebih
suka menempuh jalan-jalan yang
disenangi hawa nafsu. Dan bila
diperbuat maka dipastikan sopan santun dan etika anak tersebut
akan jatuh dan menjadi manusia
berkwalitas sopan-santun yang
rendah dan hina sebagaimana
tingkah laku binantang yang
tidak berhati-dan berakal. . Terangkanlah kepadaku
tentang orang yang
menjadikan hawa nafsunya
sebagai Ilahnya.Maka
apakah kamu dapat menjadi
pemelihara atasnya? (QS. 25:43)
atau apakah kamu mengira
bahwa kebanyakan mereka
itu mendengar atau
memahami.Mereka itu tidak
lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan
mereka lebih sesat jalannya
dari binatang ternak itu).
(QS. 25:44) .
Bila manusia telah suka di
tempat-tempat yang rendah,
maka dapat dikatakan manusia
telah turun derajad. Dan pasti
sifat-sifat mulia yang dimilikinya akan terhapus dan akan
tergantikan dengan sifat-sifat
buruk yang akan merugikan bagi
dirinya dan bagi orang lain. Dan
ini semua menjadi sumber
kesusahan dan kekacauan pergaulan diantara manusia.
. Mereka diliputi kehinaan di
mana saja mereka berada,
kecuali jika mereka
berpegang kepada tali
(agama) Allah dan tali
(perjanjian) dengan manusia, dan mereka
kembali mendapat
kemurkaan dari Allah dan
mereka diliputi kerendahan.
Yang demikian itu karena
mereka kafir kepada ayat- ayat Allah dan membunuh
para nabi tanpa alasan
yang benar. Yang demikian
itu disebabkan mereka
durhaka dan melampaui
batas. (QS. 3:112) .
Bila manusia sudah menolak
sumber-sumber keselamatan dan
kebahagiaan, tentu akan
mendapatkan hal ang sebaliknya,
yaitu kesulitan, kesusahan dan siksaan. . 3. Beretika kepada Alam
Lingkungan .
Alam raya sungguh amat luas tak
terbatas, namun hingga saat ini
ilmu manusia belum menemukan
tempat sejenis bumi yang dapat
ditempati oleh manusia, atau manusia belum juga dapat
menciptakan pesawat ruang
angkasa yang membawa manusia
kesana. Para ahli sudah memprediksi, bila
perilaku manusia tetap saja
seperti sekarang ini,
menggunakan alam, meng-
ekplorasi alam untuk bermewah-
mewah memanjakan diri di dunia ini, dan milyaran manusia yang
diatas bumi ini bergerak kearah
yang sama, yaitu ingin hidup
bermanja-manja, bersenang-
senang tanpa batas. Maka bumi
kan menjadi hunian yang tidak lagi nyaman bagi umat manusia. Para ahli sudah sering membuat
animasi-animasi apa yang terjadi
jika segala ekosistem di bumi
menjadi rusak, dalam bahasa
mudah mereka mengatakan,
manusia bisa memproduksi dan memiliki berbagai macam sarana-
sarana kemewahan, namun
kemewahan itu tidak ada
gunanya karena tidak lagi
nyaman di huni. Bukti-bukti awal sudah nampak
mengemuka dihadapan umat
manusia. Secara materiil misalnya,
sudah sering terjadi kebakaran
hutan akibat musim kering yang
sangat ekstrim, atau badai yang menghancurkan dengan banjir
dan tanah longsor. Atau badai
salju yang melumpuhkan. Secara
nyata Es di kutup-kutup dunia
benar-benar telah mencair dan
telah pula banjir akibat pasang naik air laut sudah semakin
sering terjadi. Ada lagi keanehan yang
kontradiktif dan menggelikan.
Masih ada-ada saja di hari ini
orang-orang yang memasang
sesaji kepada sesuatu yang tidak
jelas dengan tujuan agar alam tidak rusak, karena mereka
menyangka bahwa kerusakan
alam ini dilakukan oleh makhluq-
makluq ghaib. Sehingga dengan
sesaji yang diberikan itu
kerusakan alam lingkungan dapat teratasi. Namun disisi lain lagi manusia
tetap saja mengkonsumsi budaya
serakah, budaya mengumbar
hawa nafsu dan budaya merusak
lingkungan. Sungguh kebodohan
yang bertumpuk-tumpuk yang pasti kerusakan-kerusakan itu
akan terus berjalan dan tidak
memiliki jalan keluar dan jalan
penyelesaian. Yang telah merusak alam adalah
manusia, dan pasti yang akan
menderita akibat buruknya juga
mansia, sebagaimana firman Allah
. Telah nampak kerusakan di
darat dan di laut
disebabkan karena
perbuatan tangan manusia,
supaya Allah merasakan
kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan
mereka, agar mereka
kembali (ke jalan yang
benar). (QS. 30:41) .
Ketika manusia kehilangan etika
kepada Allah Tuhan Sang Maha
Pencipta maka dua hal lagi, yaitu
etika kepada sesama manusia
dan etika kepada alam lingkungan menjadi rusak dan
kacau balau. Karena kerusakan
tersebut mengakibatkan pula
kerusakan jiwa yang
berkepanjangan bagi umat
manusia dan manusia kemudian menjadi manusia-manusia yang
berlepribadian rusak dan kacau
balau. Dapat disimpulkan, bahwa yang
bisa memperbaiki keadaan
kekacauan di zaman hari ini pada
masing-masing manusia adalah,
dengan menyadarkan manusia
kembali kepada tujuan yang sebenarnya tentang terciptanya
manusia di alam dunia dan di bumi
ini. Ketika jiwa-jiwa manusia sudah terus berlatih dan berlatih untuk bisa ber sopan santun kepada Allah dan terus berusaha memiliki sopan santun yang tinggi dan mulia, maka manusia akan memiliki jiwa yang mulia dan agung. Dan manusia-manusia yang semacam inilah yang dapat hidup di muka bumi unuk selalu berbuat kebaikan dan memperkecil dari sikap-sikap merusak, baik merusak diri, merusak orang lain, atau merusak alam lingkungan… . Wallahu a’ lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar